Rabu, 16 Juli 2025 , telah dilangsungkan peresmian dan pentahbisan Gedung Gereja Baru jemaat GMIH Imanuel Kedi wilayah pelayanan Loloda Selatan kabupaten Halmahera Barat.
Bangunan Gereja yang telah berdiri kurang lebih 19 tahun lamanya sejak peletakan batu pemula pada 6 Juli 2006 silam itu akhirnya di resmikan dan Ditahbiskan oleh Pemerintah dan Badan Pekerja Harian Sinode (BPHS) GMIH. Khadim pentahbis dalam ibadah tersebut adalah Pdt. Imanuel Sale, S. Si yang dibantu oleh 6 orang Pendeta. Ibadah yang berjalan dengan suka cita itu dihadiri oleh Pdt. Sefnat Hontong, M. Th (Wakil ketua I BPHS GMIH), Para Pendeta sewilayah Loloda Selatan, Wakil ketua umum APDESI Republik Indonesia Bpk. Yoram Uang, S. Ip, M. Si yang juga sebagai ketua Komisi I DPRD kabupaten Halmahera Barat, Anggota DPRD Bpk. Kristofel Sakalaty, SH, MH, (Ketua BAPEMPERDA)Forkomcam kecamatan Loloda Selatan, warga Jemaat dan tamu undangan yang tak terhitung jumlahnya.
Pdt. Imanuel Sale. S. Si sebagai khadim pentahbis memilih bacaan Mazmur 133:1-3 pada ibadah tersebut dan dalam ulasan khotbahnya ia menyampaikan bahwa kita wajib membangun budaya sukacita, budaya damai, dalam konteks peresmian dan pentahbisan ini, semua orang memerlukan rumah yang damai, rumah yang penuh sukacita. Namun harus disadari penuh bahwa ada bagian penting yang harus di pahami bahwa rumah itu dibentuk dan dibangun oleh Tuhan (mzm. 127) dan rumah adalah pusat ketenangan jiwa setiap orang. Rumah adalah sumber energi dan sumber semangat maka kehidupan yang rukun panggilan jiwa setiap orang percaya. Ungkapnya dalam ulasan khotbahnya. Ibadah yang di isi oleh puji-pujian dari berbagai kalangan itu menjadi sukacita bersama jemaat.
Sementara itu, dalam sambutan mewakili pemerintah daerah kabupaten Halmahera Barat Bpk. Yoram Uang, S. Ip, M. Si menyampaikan bahwa pemerintah daerah sangat mengapresiasi kinerja Panitia Pembangunan karena perjalanan panjang dalam pembangunan gedung gereja tentunya mempunyai banyak kendala, banyak persoalan, namun dengan semangat juang dapat menyelesaikan dan melewati itu semua. Sebagai perwakilan Rakyat atas nama Bupati dan pemerintah beliau memohon maaf karena seyogianya sambutan hari ini adalah bupati James Uang, S. Pd. MM, namun karena tugas negara dan kepentingan masyarakat Halmahera Barat Bupati tidak bisa hadir dan sementara masih di jakarta. Kendatipun demikian menurut undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintah Daerah menyatakan bahwa DPR adalah bagian dari penyelenggaraan pemerintah daerah. Baliau menutup sambutannya dengan ucapan selamat atas peresmian dan pentahbisan serta berharap gereja terus mengibarkan semangat pemberitaan Injil Kristus, dan mengakhiri sambutan dengan pantun untuk mencairkan suasana dengan sambutan tepuk tangan meriah dari jemaat.
Kemudian dalam Suara Gembala BPHS Sinode GMIH yang dibawakan oleh Wakil Ketua I Pdt. Sefnat Hontong, M.Th menyampaikan, pengertian nama jemaat ini yakni Imanuel yang dari bahasa Ibrani menjadi dua kata ” Imanu yang berarti bersama kita dan kata “El” yang berarti Allah, itu berarti nama gedung gereja ini hendak memberitahu kepada dunia bahwa Tuhan akan selalu hadir disetiap orang didalam jemaat ini, dengan berbagai banyak problema kehidupan berjemaat, lika-liku kehidupan namun ada satu keyakinan bahwa Tuhan selalu hadir dan menyertai hidup ini, dan orang kedi tidak akan pernah berjalan sendiri.
Selain itu nama jemaat ini juga hendaknya mengingatkan kepada semua orang bahwa Tuhan selalu mau dan ingin ada hubungan yang intim dan akrab antara manusia dengan Dia. Karena itu jangan pernah lupa dengan Tuhan sang Imanuel itu.
Wakil ketua I itu juga menutup suara gembala dengan ucapan selamat atas peresmian dan pentahbisan gereja baru. Kiranya sang Imanuel selalu ada disetiap hati. Tutupnya. (R.Ls/tim infokom GMIH-Red)