Warga jemaat GMIH Lola yang bertempat di desa Songa Kecamatan Bacan utara Tengah kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku utara hari in Jumat, 25 Juli 2025 bersukacita atas peresmian Gedung Pastori dan Gereja Baru.
Bangunan Gereja yang telah berdiri kurang lebih 21 tahun lamanya sejak peletakan batu pemula pada 6 Juni 2004 silam itu akhirnya di resmikan dan Ditahbiskan oleh Badan Pekerja Harian Sinode (BPHS) GMIH dan Bupati Halmahera Selatan.
Dari sejarahnya, Jemaat Lola awalnya adalah warga jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) yang kemudian memisahkan diri dan masuk sebagai warga GMIH. Dalam pergumulan Nama Jemaat akhirnya disepakitilah Nama Jemaat ini “Lola” yang dalam bahasa Tobelo mempunyai pengertian sama dengan Sola Gratia (Latin) yang berarti “hanya oleh kasih karunia”.
Sementara gedung Pastori yang baru di resmikan ini berdiri kurang lebih 5 tahun sejak peletakan batu pemula pada 25 Februari 2020.
Pimpinan Jemaat Pdt. Sarnita D. Pasimanyeku, S. Si. Teol mengatakan sekian lama penantian akhirnya impian dan harapan jemaat terbayar sudah dengan adanya hajatan bersejarah ini. Ungkapnya.
Hajatan Gereja yang begitu bersejarah itu dilayani langsung oleh Ketua bidang Organisasi GMIH Pdt. Imanuel Sale, S. Si yang dibantu oleh 6 orang Pendeta. Ibadah yang berjalan dengan suka cita itu dihadiri oleh Pdt. Silwanus Banggai, M. Th (Wakil ketua 4 BPHS GMIH), Para Pendeta sewilayah Bacan, Obi Gane Barat, Ir. Saiful Turui, MP staf ahli bidang Pemerintahan yang mewakili Bupati Halmahera Selatan. , warga Jemaat dan tamu undangan yang tak terhitung jumlahnya. Uniknya dalam acara menyambutan pemerintah dan BPHS dengan tarian tide-tide, cakalele dan kasidah semuanya adalah warga muslim desa songa yang juga bergembira atas peresmian pastori dan gedung gereja ini.
Dalam khotbahnya, Pdt. Imanuel Sale. S. Si
Bersyukur itu, jangan dengan muatan kepentingan, tetapi betul-betul ada dalam keyakinan, bahwa semuanya hanya karena Tuhan, apa lg melakukan pekerjaan untk Tuhan, itu akan diperhitungkan Tuhan, jeri lelah tidak akan sia-sia. Jangan sombong dan merasa lebih banyak bekerja, tanpa menyadari kalau bukan Tuhan yang membangun, sia-sialah orang yang membangun. Kehadiran Tuhan disetiap helaan nafas harus disyukuri, Jadi kalau tinggal bersama, harus rukun dan damai, memperbaiki yang rusak, bukan yang baik dibuat rusak.Tuhan memberi perintah, mengusahan, dan memelihara taman bukan mengotori apa lagi dirusaki,.Tak usa kuatir, karena kita punya Tuhan yang hidup,
(Kej. 2 : 15-17 dan Maz 133 : 1-3)
Sementara itu, dalam sambutan mewakili pemerintah daerah kabupaten Halmahera Selatan Bpk. Ir. Saiful Turui, MP menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan terus mendukung Pembangunan rumah ibadah dan menekankan untuk terus menjaga keharmonisan, kerukunan antar umat beragama di wilayah pemerintahan kabupaten Halmahera Selatan, supaya kebersamaan dan tali persaudaraan terus terjaga. Ungkapnya. Sebagai perwakilan, atas nama Bupati dan pemerintah beliau memohon maaf karena seyogianya sambutan hari ini adalah bupati namun karena pada waktu yang sama Bupati juga mempunyai agenda pelantikan tim penggerak PKK kabupaten Halmahera Selatan. Baliau menutup sambutannya dengan ucapan selamat atas peresmian dan pentahbisan pastoridan gedung gereja baru.
Kemudian dalam Suara Gembala BPHS Sinode GMIH yang dibawakan oleh Wakil Ketua 4 Pdt. Silwanus Banggai, M.Th menyampaikan, Gereja sebagai tempat persekutuan orang percaya hendaknya terus diperbarui sehingga iman kepada Kristus tumbuh melalui persekutuan beribadah. Menurut beliau ada 2 hal prinsip yang harus di jalankan dan dimaknai dalam kehidupan berjemaat di Lola Songa, yang pertama. Jemaat Lola harus mampu memaknai nama jemaat ini dalam jiwanya sebagai orang yang diselamatkan lewat anugerah Tuhan. Yang kedua. Jemaat Lola Songa harus mampu menggambarkan kehidupan sosialnya dengan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan kemajemukan berdasarkan cinta kasih Allah. Wakil ketua 4 BPHS GMIH itu kemudian menyampaikan ucapan selamat atas peresmian dan pentahbisan Gedung pastori dan gedung gereja baru kepada segenap jemaat yang hadir dan menutup suara gembala dengan pantun, “Angin Selatan menyejukkan Sola, daun kelapa bergoyang ceria,
Sembah syukur bagi Raja Sorga,
Gereja Sola telah di tahbiskan”
Pantun ini kemudian mendapatkan sorak ceria dan tepuk tangan dari para jemaat yang hadir. (R.Ls/tim infokom GMIH-Red)