Di dunia ini, siapa pun tentu tak ingin merasakan kecewa dan terluka. Namun, kenyataannya, luka dan kecewa adalah bagian dari kehidupan yang tak dapat dihindari. Kadang, kita merasa rapuh—hati terasa hancur, pikiran tak tenang, dan air mata pun seakan ingin mengalir setiap saat. Semua itu datang bukan tanpa alasan. Cinta dan rezeki memiliki pasang surutnya. Ada kalanya kita berada di puncak kebahagiaan, lalu jatuh dalam lembah kesedihan.
Menghadapi luka dan kecewa bukan berarti kita lemah. Justru, dari sanalah kita belajar makna kekuatan yang sesungguhnya. Ketika semua terasa hampa, mengingat Allah adalah penawar paling mujarab. Dia tidak pernah tidur, tidak pernah lalai. Segala yang membuat kita menangis—Dia tahu. Segala yang membuat hati terasa sesak—Dia lebih mengerti. Allah tidak meninggalkan kita. Bahkan di titik terendah sekali pun, Dia hadir, menuntun dengan cara-Nya yang penuh kasih. Maka, yakinlah, di balik kecewa ada hikmah. Di balik luka ada kasih sayang Tuhan yang menginginkan kita kembali bersandar kepada-Nya.
Karena itu mari kita menelisik konsep trinitas tentang Allah, Yesus Kristus dan Roh kudus sesungguhnya dapat dimaknai secara mendalam, melalui Kasih itu sendiri. Kasih Allah adalah memberi, Kasih Yesus Kristus adalah memberi, Roh Kudus, Juga memberi. Memberi yang dimaksudkan adalah memberi tak terbatas. Jika memberi, maka kita akan mengalami kekosongan, merasa kosong, berarti kita kehilangan sesuatu dari diri kita sendiri. Trinitas sesungguhnya memiliki sifat yang sama yaitu memberi ( kasih) atau kerapuhan. Karena itu memberi (kasih) atau kerapuhan adalah sifat dari trinitas maka sesungguhnya Allah kita adalah Allah yang rapuh. Kasih adalah Allah, Kasih adalah Karapuhan. Maka Salib sesungguhnya adalah tanda kerapuhan. Allah yang rapuh berama manusia, karena manusia, Allah rela menjadi kosong, karena manusia, Allah rela menjadi rapuh.
Kasih dan kerapuhan adalah tanda keberanian memberi diri, menjadi kosong dan hilang sesuatu dari dalam diri-Nya untuk orang lain menjadi sesuatu yang ada, dan nyata karena memberi dari keberadaannya, supaya orang lain menjadi penuh, atau kepenuhan, melimpah ruah, bagi orang lain.
Terus memberi jangan membatasi diri untuk memberi, karena dari memberi, kita menjadi rapuh, supaya orang lain menjadi penuh, kita rapuh, maka kita menjadi melimpah ruah. Trinitas sesungguhnya adalah satu, atau kesatuan yang saling mengisi, supaya manusia menjadi penuh. Mari kita saling mengisi dan rapuh bersama bagi orang lain supaya kita melimpah ruah.
Selamat hari minggu, selamat menjadi satu, dan selamat menjadi rapuh. GMIH Utuh Mandiri dan Visioner.