Berita SINODE

Terobosan Sejarah GMIH: Pembahasan Pekabaran Injil Bagi Suku Asli di Hutan Halmahera Tengah

Sumber : INFOKOM GMIH - 5 Mei 2025

Halmahera Tengah, Maluku Utara — Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH) mencatatkan sejarah baru dalam pelayanannya. Untuk pertama kalinya, pembahasan strategis mengenai Pekabaran Injil kepada suku asli yang mendiami wilayah hutan di Halmahera Tengah dilakukan secara resmi di bawah kepemimpinan Ketua Sinode, Pdt. Dr. Demianus Ice, S.H., M.Th.

Pertemuan penting ini dipimpin langsung oleh Pdt. Dr. Demianus Ice dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dalam lingkup Sinode GMIH, antara lain Pdt. Ferry Kabarey (Wakil Ketua II Badan Pekerja Harian Sinode GMIH) dan Pdt. Sidon Bahagia (Kepala Bidang Pria Kaum Bapak GMIH). Tidak hanya itu, para tokoh adat setempat juga turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam dialog terbuka mengenai pendekatan pelayanan yang sesuai dengan nilai-nilai dan budaya masyarakat adat.

Langkah ini menjadi terobosan penting dalam sejarah GMIH, yang selama ini lebih berfokus pada pelayanan di daerah pesisir dan perkotaan. Dalam pernyataannya, Pdt. Dr. Ice menegaskan bahwa gereja tidak boleh absen dari kehidupan komunitas-komunitas yang hidup terisolasi, termasuk suku-suku asli yang masih mendiami kawasan hutan Halmahera.

“Gereja harus hadir di dalamnya. Ini adalah panggilan iman untuk membawa kabar keselamatan kepada semua bangsa, termasuk saudara-saudari kita yang tinggal jauh di pedalaman. Mereka juga adalah bagian dari umat Allah,” tegas Pdt. Ice.

Pembahasan ini mencakup pendekatan kontekstual yang menghormati budaya lokal, keterlibatan mitra strategis dalam pelatihan misionaris lokal, dan pemetaan wilayah pelayanan yang masih ‘blank spot’ dari jangkauan gereja. Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi misi GMIH yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan memberdayakan komunitas adat.

Program ini direncanakan akan diluncurkan secara bertahap mulai tahun ini, dengan melibatkan tim lintas bidang dari Sinode GMIH dan dukungan dari mitra gereja nasional dan internasional. (Apner/Red)