Berita SINODE

Sosialisasi Terjemahan Alkitab bahasa Loloda, Menapaki jalan Firman dalam Bahasa Ibu

Sumber : INFOKOM GMIH - 1 Juli 2025

Pumadada, 29 Juni 2025, Pusat Penerjemahan Alkitab GMIH (PPA GMIH) melaksanakan kegiatan penting dalam sejarah pelayanan bahasa lokal, Sosialisasi Terjemahan Alkitab Bahasa Loloda edisi percobaan untuk dua kitab. Kegiatan ini diselenggarakan di wilayah pelayanan Loloda Tengah, tepatnya di Jemaat GMIH Bethel Pumadada, dan menjadi momentum awal memperkenalkan Firman Tuhan dalam bahasa ibu masyarakat Loloda.

Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen penting gereja yaitu Koordinator Wilayah Loloda Tengah Pdt. Alpius Leki, tim penerjemah bahasa Loloda, perwakilan dari sepuluh jemaat GMIH di Loloda Tengah, Badan Pekerja Harian Jemaat, Majelis Jemaat Bethel Pumadada, serta warga jemaat yang antusias menyambut hadirnya firman dalam bahasa mereka sendiri.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan ibadah Minggu berbahasa Loloda yang dipimpin oleh Pdt. Y. Tjuana. Dalam suasana ibadah yang sakral dan penuh makna, bahasa ibu menjadi medium doa, pujian, dan perenungan firman—sebuah bentuk liturgi yang mengakar dalam konteks budaya lokal.

Setelah ibadah, Direktur PPA GMIH, Ir. Darius Arkwright, memperkenalkan secara umum visi dan misi lembaga penerjemahan Alkitab GMIH, menegaskan komitmen untuk menjangkau umat Tuhan hingga ke pelosok-pelosok Halmahera dengan firman yang dimengerti oleh hati. Sosialisasi inti mengenai proses dan tantangan penerjemahan disampaikan oleh Koordinator Penerjemahan PPA GMIH, Yosias Palangi, yang menjelaskan metode kerja tim, pendekatan linguistik, dan pentingnya keterlibatan komunitas dalam validasi teks.

Untuk memperkuat keterlibatan partisipatif, acara ini juga menghadirkan lomba-lomba edukatif yaitu menerjemahkan idiom dan ungkapan khas ke dalam Bahasa Loloda, serta membaca Alkitab dalam versi terjemahan lokal. Lomba ini tidak hanya menjadi sarana belajar bersama, tetapi juga memperlihatkan betapa hidup dan dinamisnya interaksi antara teks suci dan kekayaan bahasa Loloda.

Hadir pula dalam tim PPA GMIH, Feraningsih, selaku Admin Keuangan, yang turut mendukung keberlangsungan program dari sisi administratif.

Melalui kegiatan ini, PPA GMIH menegaskan bahwa pewartaan firman tidak hanya bergantung pada teks, tetapi juga pada konteks—yakni bahasa dan budaya masyarakat setempat. Firman Tuhan yang hadir dalam bahasa Loloda bukan sekadar produk linguistik, melainkan wujud kasih Allah yang menjangkau setiap anak bangsa dalam suara yang paling mereka pahami, bahasa hati.
(Abner-R.Ls/Tim Infokam GMIH/Red)

#ppa_gmih #sosialisasi #Penerjemahanalkitab
#sinodegmih