Lina-Ino, 18 Mei 2025 – Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH) kembali menorehkan tonggak penting dalam sejarah pelayanannya dengan menahbiskan empat pendeta baru dalam Ibadah Pentahbisan Pendeta yang berlangsung penuh khidmat di Jemaat GMIH Getsemani Lina-Ino, pada Minggu, 18 Mei 2025.
Ibadah ini dipimpin oleh Kadim Pentahbis, Pdt. Ferry Kabarey, M.Th. (Wakil Ketua II Sinode GMIH), yang didampingi oleh empat Kadim pendamping, dan dihadiri oleh ratusan jemaat, keluarga calon pendeta, serta pelayan-pelayan gereja dari berbagai wilayah pelayanan GMIH. Prosesi pentahbisan berlangsung dalam suasana penuh sukacita dan penghayatan rohani yang mendalam, menandai awal perjalanan pelayanan para hamba Tuhan yang telah menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan teologi, ujian pendeta, serta masa vikariat sesuai dengan tata gereja GMIH.
Empat pendeta yang ditahbiskan kali ini merupakan wujud nyata dari komitmen GMIH dalam memperkuat pelayanan firman dan sakramen di tengah jemaat, serta menjawab kebutuhan pelayanan di berbagai penjuru wilayah.
Dalam ibadah ini, Suara Gembala disampaikan oleh Ketua Sinode GMIH, Pdt. Dr. Demianus Ice, S.H., M.Th., yang menyampaikan ucapan selamat kepada keempat pendeta yang baru diteguhkan. Dalam pesannya, beliau menegaskan bahwa peneguhan pendeta adalah tanda perkenanan Tuhan untuk menerima tugas pelayanan yang kudus dan bertanggung jawab.
Ketua Sinode juga menekankan bahwa seluruh pendeta, baik yang baru saja ditahbiskan maupun yang telah melayani sebelumnya, harus terus meningkatkan kualitas diri dalam pelayanan, mengingat kondisi dan sosiologi jemaat yang terus berubah. Salah satu kualitas penting yang ditekankan adalah kerendahan hati. “Jangan sombong!” tegas beliau, mengacu pada firman Tuhan hari ini tentang Yusuf, yang menggambarkan pribadi yang tetap rendah hati dan taat dalam proses hidup yang sulit.
Beliau juga menggarisbawahi pentingnya hubungan antara gembala dan domba, dan mengaitkannya dengan teladan Yesus Kristus. “Sebagaimana Yesus mengorbankan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya, demikian pula para hamba Tuhan harus siap menyerahkan diri sepenuhnya untuk melayani jemaat dengan kasih dan pengorbanan,” ujarnya.
Pentahbisan ini menjadi bukti nyata bahwa GMIH terus bergerak maju dan merespons panggilan pelayanan Tuhan di tengah dunia yang terus berubah. Kiranya para pendeta yang baru ditahbiskan dapat menjadi terang dan garam di tengah jemaat serta masyarakat luas, melayani dengan rendah hati, integritas, dan kasih Kristus. (Apner-tim Infokom GMIH/Red)