Berita SINODE

Pastori Baru Jemaat GMIH Imanuel Mamuya diresmikan dan ditahbiskan hari ini : Mas Iding (Muslim) adalah Tukang Untuk Plafon Pastori.

Sumber : INFOKOM GMIH - 8 Juli 2025
Giat hari ini, Selasa 8 Juli 2025 di Desa Mamuya Kecamatan Galela telah dilangsungkan Peresmian dan Pentahbisan Gedung Pastori Jemaat Imanuel Mamuya Wilayah Pelayanan Galela-Galela Selatan. 
 
Dalam Kegiatan Pentahbisan Pastori ini dilayani oleh Pdt. Imanuel Sale, S. Si. Teol ( Ketua Bidang Organisasi GMIH) dan  Kpprdinator Wilayah Galela-Galela Selatan Pdt. Merry Larumpa, S. Si dipercapakan untuk membaca Surat Keputusan Kepemilikan. Hadir dalam persekutuan ibadah ini Ketua Umum Sinode GMIH. Pdt. Dr. Demianus Ice, SH. M. Th, Koordinator Wilayah Pelayanan Galela-Galela Selatan, Pimpinan Jemaat Se-wilayah, Bupati Halmahera Utara yang di wakilkan oleh Staf Ahli Bidang SDM Bpk. Rompis Wenas,  Kepala Desa  Mamuya, kapolsek dan para tamu undangan lainnya. 
 
Namun ada sedikit keunikan dalam pembangunan Pastori tersebut, tukang yang mengerjakan plafon dan  finishing pastori tersebut adalah seorang Muslim yang berasal dari Jawa Barat yakni Mas Iding (67 tahun). Dari hal ini dapat diambil sebuah kesimpulan kecil bahwa toleransi beragama sangat di pegang erat untuk desa dan jemaat ini, meski tidak dapat dipungkiri ada juga jemaat-jemaat lain yang melakukan hal yang sama. 
 
Bapak Rompis Wenas, dalam sambutan mewakili Bupati Halmahera Utara menyampaikan bahwa pemerintah terus mendukung pembangunan untuk semua agama dan berharap tetap menjaga kestabilan keamanan serta memelihara kerukunana antar umat Bergama di kabupaten Halmahera utara yang kita cintai. Sehingga kehidupan sosial tetap terjaga yang akan membawa kedamaian diantara sesama. Ungkapnya. 
 
Disisi yang lain, sebagai pimpinan Gereja Masehi Injili di Halmehera, Ketua Sinode GMIH Pdt. Dr. Demianus Ice, SH. M. Th menambah sukacita bersama baik atas kehadirannya maupun dalam penyampaian suara Gembala. Ketua sinode memulai pembicaraannya dengan menggunakan Bahasa Inggris dan Bahasa Galela yang menambah sorak-sorak para hadirin karena beliau mengetahui sifat dan karakter orang Galela terutama orang Mamuya, kemudian Beliau menyampaikan fungsi dan pemaanfataan serta  kegunaan pastori atau rumah dinas pendeta ini , “ Rumah Pastori ini harus dibedakan dengan rumah keluarga yang lain, karena ini juga adalah kantor maka  setiap Pendeta atau gembala  yang tinggal di pastori  bertugas untuk menghitung jumlah warganya setiap hari. yang kedua, pendeta atau Gembala harus memastikan setiap domba gembalaannya sudah makan dan tidak lapar. Yang ketiga, pendeta atau Gembala memastikan domba gembalaannya tidak sedang terluka atau sakit. Yang keempat. pendeta atau Gembala mematikan domba gembalaannya ketika sudah sore hari dan kembali pulang ke kandangnya tetap lengkap tidak ada kekurangan apapun, dan ketika ada yang hilang maka pendeta atau Gembala harus segara mencari dan menemukannya. 

Dari semua hal diatas,  direncanakan atau dikerjakan oleh pendeta atau Gembala di rumah pastori ini, sehingga pastori ini juga dapat disebut sebagai rumah kerja dan setiap pendeta harus mampu menjadikan Pastori sebagai saluran berkat. Ketua sinode kemudian menutup suara gembalanya dengan mengucapkan terima kasih atas kerja dan buah iman Jemaat yang dipersmbahkan kepada Tuhan dan Gereja seta selamat atas peresmian dan pentahbisan gedung Pastori. Ungkapnya. (R. Ls/Tim Infokom GMIH/Red)