Berita SINODE

Jemaat GMIH "Bobililait" Gayok wilayah Pelayan Kao-Kao selatan menjadi saksi Peneguhan Vikaris ke penatua terbanyak dalam sejarah GMIH.

Sumber : INFOKOM GMIH - 3 Agustus 2025

GMIH kembali mencetak sejarah baru dengan meneguhkan 105 orang Vikaris Menjadi Vikaris Penatua. Sebanyak 80 orang perempuan dan 25 orang laki-laki, dari data ini jika semua penatua menyelesaikan tugas kevikariatannya maka jumlah pendeta di GMIH akan didominasi oleh pendeta perempuan (70:30).

Peneguhan ke penatua ini merupakan peserta terbanyak dalam sejarah GMIH dan Pelaksanaan peneguhan ini berlangsung di jemaat GMIH Bobililait Gayok wilayah pelayanan Kao-Kao Selatan pada Minggu 03 Agustus 2025 yang di layani langsung oleh Direktur PADAMARA Pdt. Dr. Sirayandris J. Botara, M.Th
Hadir dalam ibadah Peneguhan ini ketua Sinode GMIH Pdt. Dr. Demianus Ice, SH, M.Th, Wakil ketua 4 BPHS GMIH Pdt. Silvanus Banggai, M. Th, kepala Biro personalia GMIH Pdt. Maikel Sohuwat, M. Th, para korwil sewilayah Kao, Para mentor Vikaris, orang tua, keluarga dan jemaat.

GMIH secara rutin mengirimkan vikaris (calon pendeta) untuk menjalani masa pelayanan di jemaat-jemaat. Para vikaris akan menjalani masa vikaris selama kurang lebih satu tahun Sembilan bulan melalui 3 tahap dalam menjalani masa vikariatnya yakni masa enam (6) bulan pertama, Sembilan (9) bulan kedua, dan enam (6) bulan ketiga (Lih. Peraturan No. 12 tentang Vikaris GMIH 10/Kpts/SSI-SMS II/XXIX/2023).

Dalam penyampaian Khotbahnya yang diambil dari Teks Kisah Para Rasul 20:28-32 Pdt. Dr. Siriyandris J. Botara, M.Th menyampaikan bahwa teks ini berisi pesan perpisahan Paulus kepada para penatua di Efesus. Paulus menasihati mereka untuk menjaga diri sendiri dan menggembalakan jemaat Tuhan dengan setia, karena mereka telah dipilih oleh Roh Kudus dan jemaat itu telah ditebus oleh darah Kristus. Ia memperingatkan akan datangnya ajaran sesat dari luar maupun dari dalam jemaat sendiri. Karena itu, mereka harus berjaga-jaga dan tetap setia seperti Paulus yang melayani dengan kesungguhan hati.
Teks ini menekankan pentingnya tanggung jawab pemimpin rohani, kewaspadaan terhadap ajaran yang menyesatkan, dan ketergantungan penuh pada firman Tuhan. Pesan ini relevan bagi setiap pemimpin dan jemaat untuk tetap setia, waspada, dan bergantung pada kasih karunia Allah dalam menggembalakan dan menjaga kehidupan iman. Ungkapnya.

Disini lain Ketua sinode GMIH. Pdt. Dr. Demianus Ice, SH. M. Th dalam suara gembalanya menyampaikan beberapa pokok penting untuk menyemangati dan memberi dorongan sebagai motovasi pelayanannya dengan merefleksikan lagu hendaklah kau iring Yesus
1. Selalu menempatkan Yesus untuk berada di depan yang akan selalu menuntun jalan, dan tidak boleh menggantikan posisi itu, karena salib yang dipikul bukan lagi kayu salib tetapi tanggung jawab untuk melayani
2. Karena tanggung jawab memikul salib ini tidak terlalu berat dan juga tidak terlalu ringan, maka diperlukan sikap rendah hati. Karena bisa saja terjadi tanggung jawab ini terlalu ringan sehingga bisa buat orang menjadi sombong . Dan apabila terlalu berat kadang bisa membuat kita mengeluh karena itu tidak lagi menempatkan Yesus didapan yang selalu menyiapkan segala sesuatu.
3. Selain rendah hati kita juga memerlukan sikap sabar. Karena merasa tanggung jawab itu terlalu berat bisa membuat kita lelah.
4. Fokus dalam mengikut teladan Yesus untuk melayani umatnya.

Lanjutnya, setiap Pelayan sebaiknya mengurangi bicara dan perbanyak perbuatan/melakukan.
Kemudian Ketua SInode GMIH Pdt. Dr. Demianus Ice, SH. M. Th menutup suara Gembalanya dengan memberi selamat kepada para Vikaris penatua yang baru di teguhkan, kepada para orangtua yang memberi anaknya untuk mengabdikan diri kepada Gereja serta tim pengukur atau mentor. (R. Ls.- Tim Infokom GMIH/Red)