Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH) dibawah kepemimpinan Pdt. Dr. Demianus Ice, SH, M. Th dan Pdt. Abram Ugu, S. Ag, M. Si kini menorah sejarah baru lagi yang pada hari ini Rabu, 27 Agustus 2025 melaksanakan 2 agenda sekaligus diantaranya Mutasi POG /serah terima jabatan dan melakukan pemekaran wilayah sehingga jumlah wilayah pelayanan GMIH yang semula 48 wilayah kini menjadi 49 wilayah.
Adapun serah terima jabatan di 2 dua jemaat yang berlangsung pada satu gedung Gereja yakni Jemaat Bait-El Posi-posi wilayah pelayanan Loloda Utara, antara Pdt. Ekaristi S. B. Mahmud, S. Th ( Pimpinan Jemaat lama) dengan Pdt. Esterlita Paulus, S. Th ( Pimpinan Jemaat Baru) sementara di Jemaat Siloam Posi-posi dilangsungkan serah terima antara Pnt. Yosrin Moot (Pimpinan Jemaat Lama) dengan Pdt. Alnon Soloha, S. Pd. K ( Pimpinan jemaat baru)
Disisi lain Willayah pelayanan Loloda Utara kini dibagi menjadi 2 wilayah pelayanan. Wilayah Pelayanan Loloda Utara Kepulauan dibawah Koordinator Pdt,Freiser Pasimanyeku, S. Si dan Wilayah Pelayanan Loloda Utara dibawa Koordinator Pdt. Alnon Soloha, S. Pd. K.
Hadir dalam Ibadah pemekaran wilayah dan serah terima jabatan ini adalah Ketua Sinode GMIH Pdt. Dr. Demianus Ice, SH, M. Th, Sekretaris Sinode GMIH, Pdt. Abram Ugu, S. Ag, M. Si, Wakil Ketua II SInode, Pdt, Fery Kabarey, M. Th, Kedua Korwil yang dilantik, Pendeta yang serah terima, Majelis jemaat, Tua-tua jemaat dan warga jemaat.
Jumlah wilayah Pelayanan GMIH saat ini sangat identic dengan sebutan GMIH 49, Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Sinode Pdt. Abram Ugu, S. Ag, M. Si, yang mengatur acara serah terima ini, GMIH kini sudah lengkap dan jelas bahwa jalan kemakmuran GMIH 49 tidak hanya sebuah julukan tahun dimana GMH berdiri tetapi lengkap juga sesuai dengan jumlah wilayah pelayanan GMIH yang tersebar di Maluku utara ini. ungkapnya
Pdt. Feri Kabarey, M. Th yang melayani ibadah tersebut menyampaikan beberapa point nasehat dalam khotbany bahwa (1) Pemekaran Wilayah Pelayanan adalah suatu kesaksian gereja bahwa Allah dalam kasihNya menuntun gerejaNya bertumbuh dan berkembang demi pelayanan yang lebih efektif dan efisien. (2) Gereja tidak boleh stagnan dan tidak boleh merasa cukup/tidak boleh merasa nyaman dengan keadaan yang ada ( yang lama) melainkan harus selalu mengalami transformasi diri. Karena itu semua perangkat pelayanan perlu untuk meningkatkan kapasitas pelayanan dan kepemimpinan dibarengi dengan sikap rendah hati, setia dan taat (3). Sebagai pelayan dan pemimpin di semua arash dalam melaksanakan tugas kepemimpinan dan pelayanannya harus memiliki motivasi yg benar yaitu mengabdikan diri dan kehidupa hanya untuk Kristus. Karena Kristus adalah TUAN YANG SEJATI dan kita adalah hamba (4) Terkait dengan serah terima jabatan pimpinan jemaat : pimpinan yg lama melepaskan dengan rendah hati dan tidak merasa kehilangan sementara pimpinan yang baru menerima dengan senang hati tapi tidak merasa memiliki karena baik baik pemimpin lama dan baru hanyalah hamba yang dipercayakan mengerjakan pelayanan dari TUHAN Sang Pemilik itu.
Disisi lain, Suara Gambala yang disampaikan langsung oleh ketua Sinode GMIH Pdt. Dr, Demianus Ice, SH, M. Th menegaskan bahwa Soal Mutasi Pendeta itu adalah hal biasa terjadi karena para Pendeta di panggil dan diutus oleh Gereja untuk melayani jemaat di GMIH . oleh sebabnya Pendeta akan ditempatkan dimana saja sesuai kebutuhan pelayanan. Pada kesempatan yang sama Ketua Sinode GMIH menyampaikan permohonan maaf kepada Pdt. Ekaristi dan Pejabat Pnt. Moot jika Gereja Mempunyai kekurangan, dan Juga Ketua sinode GMIH mengingatkan kepada kedua Pendeta yang bertugas di kedua jemaat ini, bahwa sekalipun setiap jemaat di satukan dalam iman kepada Kristus akan tetapi karakteristik manusia dimasing-masing tempat berbeda antara jemaat yang satu dengan jemaat yang lain. Oleh sebabnya setiap ketua meminta supaya setiap pelayan harus mampu mempelajari dan memberi pendekatan sesuai kultur orang Halmahera.
Lanjut Ketua sinode juga mengingatkan kepada jemaat bahwa setiap Pendeta yang diutus melayani jemaat bukanlah malaikat yang turun dari sorga, tetapi pendeta adalah manusia biasa yang lahir dari Rahim seorang manusia biasa yang punya keterbatasan. Maka jika ada pendeta yang melakukan sebuah kesalahan maka jemaat bisa tegur mereka sebagai seorang sahabat dan teman dengan sopan sesuai kultur dan budaya orang Halmahera. Tandasnya.
ketua sinode juga mengingatkan kepada Kedua Koordinator Wilayah yang baru dilantik. Bahwa Jabatan Korwil adalah jabatan Fungsional akan tetapi mempunyai tugas yang besar
menutup Suara Gembala, Ketua sinode memberi penghormatan dan penghargaan kepada Pejabat Pnt. Yosrin Moot dengan menggunakan Hak Prerogatif sebagai Ketua Sinode GMIH dengan memberikan Understand sesuai jumlah yang ditetapkan GMIH, Karena Pejabat yang bersangkutan pengabdiannya telah melebihi 15 tahun pelayanan sebagai Pejabat pimpinan jemaat. Tutupnya (R.Ls./ Tim Infokom GMIH/Red)